Wednesday, 6 August 2014

Program Penggemukan Badan


Kalo orang2 sering ribut dan sibuk mencari cara untuk diet menurunkan berat badan, maka saya bermasalah dengan berat badan yang ga naik2 \(^_^)/.

Beberapa hari sebelum menikah, berat badan (BB) saya 39 kg. Beberapa minggu kemudian, saat saya periksa kandungan pertama kali, BB saya masih 39 kg, waktu itu kehamilan saya sudah 6 minggu. Malem sebelum melahirkan, BB saya mencapai angka 53 kg. Pertama kali dalam sejarah kehidupan saya, BB bisa tembus di kepala 5 *terharu*.

Setelah melahirkan, BB saya kembali ke angka 41, makanya banyak yang bilang, saya ga keliatan kalo abis melahirkan.

Mama dan suami saya selalu ribut nyuruh saya jadi gendut. Tapi emang ga bisa2. Makan saya padahal sudah luar biasa lo. Pagi sarapan nasi, jam 10 brunch gado2 atau model atau pempek,dll. Siang makan nasi lagi, jam 3an ngemil biskuit atau cokelat. Malem makan nasi kayak biasa. Ga bisa dibilang kurang makan kan?

Beberapa bulan sebelum Ramadhan tahun ini, mama saya semangat bikinin saya susu full cream, sehari 3 kali. Pagi sebelum berangkat kantor, siang saat ishoma, dan sore sebelum saya pulang kerumah kami. Tapi saya ga suka susu, jadinya agak terpaksa. Dan hasilnya...ga ada penambahan BB yang signifikan. :)

Di malam ke-20 sekian Ramadhan tahun ini, suami saya bilang "abis bulan puasa ini, harus banyak2 makan. Ganti daging2 yang hilang". Seolah2 sapi yang dagingnya disayat2 buat jadi kebab :D.

Lebaran ke-2, saya nimbang badan di rumah uwak, dan berat saya hanya 37,7 kg. Shocked!!

Saya pun bertekad untuk menambah berat badan saya selepas Ramadhan ini. Program pertama adalah membawa cemilan kue2 khas Palembang ke kantor, yang memang masih banyak banget pasca lebaran. Kue yang bahannya cuma susu kental manis, gula, dan telur. Kebayang kan rasanya?? ^^

Sudah 3 hari berlalu, dan entahlah berapa berat badan saya sekarang. Kayaknya sih ga banyak2 amat berubahnya. Pokoknya semangat terus aja deh. Target utama adalah sehat, kalo dapet bonus gemuk, alhamdulillah banget. :)

Monday, 7 July 2014

Soal Capres


Tanggal9 Juli 2014 adalah hari pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden. Calonnya ada 2, diusung oleh partai utama dan beberapa partai koalisi. Belakangan media sosial rame ngomongin soal capres2 ini. Ada yang memuji, menghina, ada juga yang menyalahkan yang memuji dan menghina.

Sekalipun, saya ga pernah ikut mengomentari masalah capres ini di media sosial, baik membagi tautan2 atau malah menulis status mengenai ini. Alasan saya hanya satu, saya ga punya kompetensi untuk ikut berbicara. Lagipula saya seorang PNS, yang terikat dengan kode etik, yang melarang saya untuk ikut berkampanye dalam bentuk apapun.

Meskipun begitu, saya sudah punya pilihan. Saya adalah bagian dari suatu jamaah besar. Jamaah yang saya yakini paling baik dibandingkan jamaah lainnya. Jamaah yang selalu ada dan mengingatkan saya untuk terus melakukan perbaikan diri. Jamaah yang terstruktur dengan baik, yang memiliki visi yang sama dengan saya, yaitu surga. Saya tidak peduli dengan banyak cibiran terhadap beberapa anggota jamaah ini yang tersandung berbagai kasus. Buat saya, tidak ada buatan manusia yang sempurna, dan saya juga tidak mengkultuskan seseorang dalam jamaah ini.

Beberapa waktu lalu, jamaah ini telah memutuskan untuk memilih satu dari dua pasangan capres-cawapres, dan saya pun ikut dengan keputusan ini. Bukan ikut2an atau taqlid buta, seperti yang banyak orang tuduhkan kepada anggota jamaah ini. Saya hanya percaya bahwa para petinggi jamaah sudah mempertimbangkan segala sesuatunya, memilih yang lebih sedikit mudharat dan lebih banyak manfaat, hingga akhirnya memutuskan demikian.

Dan pada akhirnya, biarlah masing-masing individu memiliki pilihannya masing-masing. Semoga Indonesia selalu aman, damai, dan sejahtera.


gambar diambil dari sini : http://www.dakwatuna.com/2014/06/01/52397/nomor-urut-capres-cawapres-prabowo-hatta-nomor-1-jokowi-jk-nomor-2/

Wednesday, 2 July 2014

Ramadhan

Ramadhan itu istimewa. Salah satu yang saya selalu inget adalah tanggal 2 Ramadhan 1433 H, saat guru ngaji saya memberikan sebuah amplop berisi biodata dan foto seorang lelaki yang kini menjadi suami saya (saya panggil : kakak). Guru ngaji saya ngasih amplop itu pada saat acara jalasah ruhiyah di salah satu masjid di Palembang. Waktu itu saya agak deg2an, sampe kelewatan masjidnya dan harus muter 2 kali, padahal saya sudah sering kesana. ^^
Selesai acara, saya nyuci mobil di cucian mobil deket rumah, disitulah saya buka pelan2 amplopnya sambil jantung dagdigdugder. Hehe.

Setelah hari itu, satu bulan saya di-PHP, ga ada kabar sama sekali soal kelanjutan prosesnya. Saya inget juga, malam2 Ramadhan tahun itu saya pake habis2an untuk meminta kebaikan dan ketetapan hati atas proses yang saya jalani ini. Jawabannya akhirnya muncul di tanggal 4 Syawal :).
Beberapa hari berikutnya, kami ta'aruf tatap muka, besoknya kakak dateng kerumah bareng guru ngajinya untuk mengkhitbah, dan dijanjikan seminggu berikutnya adalah khitbah secara resmi bersama keluarga besar dan langsung disepakati untuk menikah 20 hari lagi.

Semuanya begitu cepat, lancar, mudah, tak lain karena campur tangan Alloh Yang Maha Kuasa. 

Ramadhan tahun lalu saya ga puasa karena masih dalam masa nifas, saya pun ga bangun untuk sahur karena ngantuk dan lemes akibat kebangun2 nyusuin Rafsanjani.
Tahun ini pertama kalinya saya menjalani puasa Ramadhan, sebagai istri dan ibu. Lemess banget, mulai belajar puasa lagi kayak anak kecil. Sejak Ramadhan 2012, saya ga pernah puasa sunnah maupun wajib karena hamil dan menyusui. Tapi, saya berjanji untuk terus semangat puasa dan beribadah di bulan Ramadhan tahun ini. Malu sama umur, malu sama anak, malu sama Alloh.

Semoga Ramadhan kali ini barokah untuk keluarga kami.


a-little-happy-family (nyobain photoscape ^^)


Tuesday, 10 June 2014

Satu Tahun Rafsanjani

Rasanya baru kemarin, gugup karena gerakan rafsanjani di perut berkurang. Kemudian raf lahir, kecil-mungil, 2,7 kg. Tapi saya bahagia sekali, karena raf lahir sehat-sempurna.

Rasanya baru kemarin, desperate kalo mendekati waktu menyusui, perihnya karena perlekatan belum sempurna, ditambah hormon-hormon pasca melahirkan yang belum stabil. Pengennya nangis aja. ^^

Rasanya baru kemarin, dikantor ga sempet ngapa2in, yang kepikiran cuma pumping-pumping-dan pumping, khawatir stok ASIP ga cukup, deg2an raf ga cocok dengan siska (asisten kami), juga takut raf rewel ditinggal kerja.

Beberapa minggu lalu, saya beresin baju2,cawet (celana tali), serta popok2 raf yang sudah lama ketumpuk ga disentuh, mau disimpen untuk adek raf kelak :). Saya mikir, cepet banget waktu berjalan.

Hari ini satu tahun Rafsanjani. Giginya sudah 8, sudah bisa berdiri, berjalan sambil ditatah, jago manjat, banyak ngoceh, lincah-ekspresif, skor 10 untuk KPSPbayi 12 bulan.











Segala puji bagi Alloh yang menganugerahkan kami, sang pangeran kecil ini, juga atas penjagaanNYA pada Rafsanjani kala keterbatasan kami tak sanggup menyentuhnya. Syukur tak henti setiap melihat mata cokelatnya menari2 melihat saya, juga saat tangan kecilnya membelai tangan atau pipi saya. Allohuakbar.

Kadang merasa bersalah karena banyak waktu yang tidak kami habiskan bersama. Kadang juga kecewa karena tak jadi orang pertama yang mengetahui perkembangannya. Tapi, tangis-minta-digendong Rafsanjani ketika menyambut saya pulang, rengekannya saat saya hilang dari pandangan, atau genggaman eratnya saat bertemu dengan orang baru, menegaskan bahwa posisi saya begitu penting baginya.

Saya selalu memanggilnya 'anak hebat, anak kuat, anak sehat, anak soleh', beberapa dari sekian banyak doa saya untuk Rafsanjani. Saya percaya doa orang tua punya posisi khusus disisi Alloh.

Selamat ulang tahun sayang..
Semoga kelak menjadi anak soleh dan men-soleh-kan, serta selalu menjadi qurrata a'yun bagi ayah dan ibu. We love you.




Sunday, 1 June 2014

Belated birthday gift

Blogpost terakhir tentang ulang tahun saya yang bertepatan dengan yudisium kakak (baca : suami). Hectic-nya agak luar biasa karena banyak yang harus disiapin menjelang yudisium, ditambah lagi kami baru pindah kantor. Karena kesibukan itu, kado ultah saya ga jadi prioritas dulu. :).

Jangan pikir di tanggal 22 April akan ada kotak berpita diatas tempat tidur atau saya akan dikerjain dengan pura2 lupa tentang hari ulang tahun saya. Bukan kakak banget deh! :p

Kakak sudah menjanjikan kado untuk saya dari seminggu sebelum hari ulang tahun saya. Awalnya kami cari sama2, tapi karena ga nemu yang pas, akhirnya tertunda sampe selesai yudisium dan wisuda kakak. Ga ada surprise karena saya pilih sendiri dan beli sendiri. :)

Meskipun begitu, saya tetep seneng pake banget, dapet kado dari sang pujaan hati. <3

Semoga tahun2 depan kami dilimpahi semakin banyak rejeki, jadi saya bisa dapet kado yang lebih berat dari ini. ;)


makasih, kakak sayang..