Monday, 20 May 2013

delapan bulan

Rasanya seperti mimpi, ternyata ini nyata dan sudah berjalan delapan bulan. Pernikahan kami.

Tak mulus seperti jalan tol yang habis diperbaiki, tak juga penuh lubang seperti jalur lintas timur saat musim hujan. Proses belajar untuk saling mengenal yg tak pernah selesai, proses memahami satu sama lain yeng terus-menerus harus kami lakukan.

Bulan depan insyaAlloh sudah bertiga :). Kalo ditanya rasanya, campur aduk. Deg2an, takut, bahagia, g sabar. Lengkap deh.

Semoga segala kebaikan senantiasa dikumpulkan bagi kami, dan segala keburukan dijauhkan dari kami.



Balai Diklat Keuangan Palembang,
21 Mei 2013, 06.44,
saat harus berpisah sebentar dengan kakak karena tugas negara :D

Monday, 22 April 2013

25

seperempat abad.
tahun lalu  merayakan 24 dengan mama,bapak,icha,ayuk,abang. Lengkap.
tahun ini merayakan pergantiannya dengan kakak dan perut besar. :)
subhanalloh walhamdulillah.
'cuma' setahun,tapi luar biasa perubahannya.

terima kasih Tuhan, untuk waktu yang Kau beri
terima kasih Tuhan, untuk nikmat yang tiada henti
terima kasih Tuhan, untuk semuanya. Semuanya.

jangan berpaling dari kami. Karena jika itu terjadi, hidup kami jadi tak berarti.


Wednesday, 6 March 2013

tergantung

Dulu waktu kuliah, punya mbak kos jagoan. Kemana2 naek sepeda atau motor sendiri, gagah, berani, perkasa. Tak lama setelah lulus, beliau menikah.
Suatu ketika kami denger kabar dari beliau, minta ditemenin tinggal dirumah kontrakannya semalem aja, karena sang suami sedang dinas luar kota. Aku terus mikir, "ih..mbak ini kok manja gitu ya sekarang?"Aku denger dari temennya yang lain, katanya Mbak ini pernah cerita kalo sejak menikah, rasanya kurang aman kalo nggak bareng suami. Aku sih cengar-cengir aja,sok ngerti.


Sekarang aku mulai sadar apa yang dibilang sama mbak2 itu. 

Simbiosis.

Jadi gini, sebelum nikah, aku tu orangnya lumayan mobile. Sering kemana2 sendiri, tapi keluar2nya ada tujuan pasti, misal kondangan, kajian, seminar, ketemu temen lama, menjamu temen dari luar kota, dan lain-lain.

Dari dulu aku biasa naek angkot ataupun jalan kaki kalo Bapak nggak bisa jemput. Walopun sejak kuliah dan kerja, frekuensinya memang berkurang karena waktu yang kurang fleksibel. 


Apalagi sejak bisa bawa mobil, udah deh, rasanya hampir nggak ada alesan buat nggak keluar kalo ada keperluan. Panas, ujan, siang, malem, nggak masalah. Dulu aku 'hobi' kondangan. Naaa..biasanya org males kondangan kalo jomblo, tapi aku santai aja. Kalo mmg bener2 nggak ada temen bareng, biasanya ajak mama atau Icha.


Setelah menikah, semuanya berubah. Setiap mau kemana2, aku harus ijin kakak (baca:suami). Ke kantor aku selalu disetirin kakak. Kalo mau keluar kantor, pasti dianter kakak juga. Kuliah, ke ATM, semua bareng kakak. Mungkin kakak capek juga karena kegiatanku tetep banyak, padahal lazimnya kalo sudah kerja, waktu kosong lebih diisi dengan istirahat dirumah.:D
Begitu tau aku hamil, kakak langsung ngelarang aku bawa mobil sendiri. Pergerakanku terbatas. Banget.
Pernah sekali waktu, aku bawa mobil sendiri kerumah mama karena kakak lagi dinas keluar kota dan mobil ditinggal di kantor. Nyampe rumah, aku dimarahin mama, dan baliknya pun jadi dianter Icha.
Pernah juga, aku nekat naek angkot kerumah mama, karena kakak lagi mudik, sementara aku males kelamaan nunggu dijemput Icha. Hasilnya?? Dimarahin mama, bapak, Icha, apalagi kakak. Sejak itu aku nggak berani naek angkot lagi, selain memang sudah nggak nyaman rasanya harus dempet2an dengan perut besar.

Kakak bukan orang yang overprotektif, dan aku pun bukan anak manja. Terkadang keterbatasanku kemana-mana bikin gemes. Tapi 'keterbatasan' ini juga bikin aku bersyukur, karena punya lebih banyak waktu dirumah, lebih banyak waktu untuk istirahat, dan tentu ini bentuk kasih sayang orang2 yang mencintaiku. Disayang masa' nggak mau? :D

Begitu juga dengan kakak. sekarang semua kebutuhannya selalu aku siapin (kadang2 kelewat sih :p). Baju, makan, tempat tidur, sepatu, sampe kaos kaki. Bahkan, kalo lagi 'kambuh', naro' nasi di piring aja kakak minta aku yg melakukannya. Padahal dulu sebelum menikah, malahan sejak sekolah, dia terbiasa melakukan semuanya sendiri karena hidup merantau jauh dari orang tua. Meski begitu, kakak nggak pernah memaksaku melakukan semuanya. Lebih sering beliau bilang, "istirahatlah dulu" atau "nanti aja beres2nya".

Menurutku, ketergantungan itu mutlak muncul ketika dua orang berhubungan. Mau tidak mau, suka tidak suka. Yang perlu diperhatikan adalah cara kita untuk saling menghormati dan menerima setiap kelebihan dan kekurangan yang ada, sehingga ketergantungan yang muncul tidak menjadi beban, tetap justru menjadi anugerah yang bisa kita nikmati setiap saat.


huhuy..jadi serius deh postingannya. :)
1-9-12, beberapa jam sebelum khitbah :)

Thursday, 14 February 2013

Pindah

Penempatan TMT 18 Agustus 2009 di Subbag Umum. InsyaAlloh 18 Februari 2013 pertama kalinya dalam sejarah pekerjaan saya, pindah ke seksi lain. Tepat 3 tahun 6 bulan.

Berada di Subbag Umum itu kayak bisa ngeliat semua perkembangan yang terjadi sama semua orang dikantor, karena semua laporan mengenai pribadi pegawai terkait pekerjaan, pasti melalui Subbag Umum. Mulai dari pernikahan, punya anak, penghasilan, mutasi, pengajuan pindah, pendidikan, kartu kredit, sampai kredit bank pun saya tau. Apalagi sejak Juli 2010 sampai Desember 2012, saya diberi tugas ganda sebagai sekretaris juga. Jadilah 'pengetahuan' saya bertambah lagi.

Tadinya saya pikir, yang mampu mengeluarkan saya dari Subbag Umum ini cuma mutasi keluar kantor -yang kabarnya sebentar lagi-, karena saya satu unit kerja dengan suami. Ternyata diluar dugaan, kantor pusat ngirim surat yg isinya menyatakan bahwa saya memenuhi kriteria tertentu untuk berada di seksi baru dalam struktur organisasi Direktorat Jenderal Pajak. Akhirnya, saya resmi dipindah terhitung 11 Februari 2013, tapi baru benar2 pindah di 18 Februari 2013, itupun dengan membawa PR yang cukup banyak. :)

Seneng?? iya. Saya sudah berkali2 sampai pada titik jenuh karena pekerjaan yang itu2 saja. Berkali2 pula harus berusaha bangkit dari rasa jenuh yg sudah bertumpuk.
Gugup?? iya. Dari dulu saya cuma tau Subbag Umum, tiba2 harus dipindah ke seksi lain, dengan pengetahuan minim sekali.

Apapun yang saya rasakan, Senin nanti saya harus pindah. Belajar lagi, menyesuaikan diri lagi. Tak apa. Alhamdulillah.



penampakan meja kerja saya di hari terakhir sebelum pindah


Wednesday, 13 February 2013

tiga di tiga puluh

Sekarang umur saya 25 tahun kurang 2 bulan, sedang hamil anak pertama 5 bulan. Kedengeran terlalu pede sih, tapi saya punya resolusi : punya 3 anak di usia 30 nanti. Hehehe.

Padahal kehamilan pertama ini aja nggak bisa dibilang lancar. Tapi menetapkan target boleh kan?? diiringi usaha dan doa. Usaha untuk memperolahnya dan usaha untuk memantaskan diri jadi ibu yang baik dan kuat,sehingga bisa mendidik mereka menjadi anak-anak yang baik.

Keinginan saya adalah menjadikan anak-anak kami sebagai pejuang kemuliaan Islam, dengan ilmu dan amal. Menjadi mujahid yang memperjuangkan Islam. Tidak mesti dengan berperang, bisa jadi dengan tauladan ataupun lainnya.

Sederhananya, ketika melihat anak-anak kami, orang-orang melihat Islam seperti tujuan ajaran ini diturunkan : Rahmatan lil'alamin.

InsyaAlloh.